moving out…

June 21st, 2007 by nieranie

kok moving out? iya.. berhubung tampilan di sini plek standar dari sananya dan gak bisa di apa-apain lagi… berhubung saya bosan dengan tampilan yang plek dan gak bisa di apa-apain ini… berhubung… ah.. yah.. intinya.. I’m moving out!

ayo.. main ke rumah baru saya di sini

Lets Swing Along

May 13th, 2007 by nieranie

Calender2

Monoton!!
ah ini terlalu monoton!!
pertama begini, lalu begitu..
kemudian ini, terus begitu..
and then begini, next begitu..
welehhh…hh..hh

tapi.. weits..
bukankah matahari selalu muncul di timur dan menghilang di barat?
kemudian muncul di timur dan menghilang di barat?
lalu muncul lagi di timur dan menghilang di barat?
tidak.. itu bukan monoton
tapi patuh.. tunduk

hey kamu benar..
irama! ah ya..irama
hidup butuh irama.. tanpanya.. ah sepi..
hanya hati-hati.. jangan sampai tertipu olehnya..

so brother and sister.. lets swing along!!

image from kiwanis.be

cinta?

March 25th, 2007 by nieranie

Dia bilang cemburu itu bukan cinta. bukan.
cemburu hanya rasa ingin memiliki. ingin menguasai
padahal cinta. bukan rasa ingin memiliki. bukan rasa ingin menguasai.

Dia bilang cinta itu rasa kasih dan sayang.
dan hanya kasih. dan hanya sayang.
mengalir kepada sang tercinta
hanya mengalir.. dan terus mengalir.

Dia bilang dia tidak ingin memiliki. tidak ingin menguasai.
seperti halnya dia tidak ingin dimiliki. tidak ingin dikuasai.
hanya mengalir.. dan terus mengalir.

Dia bilang.. ah.. sudah.. kini giliran saya
Saya bilang:
"sometimes.. loove is juuuust soooo tiring, isn’t it?…"

BERANI LOE?????

March 19th, 2007 by nieranie

“Dih… itu orang.. udah bla bla bla, bla bla bla, bla bla bla pula!!!!”

“Hush… jangan suka ngejelek-jelekin orang…”

“Bukan ngejelekin.. tapi kan kenyataan… tuh liat aja..”

“Hush!!!”
“Tuh…Coba deh kamu liat lukisan itu…”
(menunjuk kearah lain)

“Kenapa tu lukisan?”

“Lukisan itu merupakan cerminan pelukisnya. Didalam lukisan itu ada sifat-sifat sang pelukis. Lukisan itu adalah sang pelukis.”

“Okay…Trus??”

“Kalo kamu ngejelekin lukisan itu, sama aja kamu ngejelekin si pelukis..”

“Okay….. Truss????”

“Coba deh kamu pikir.. hal yang sama juga berlaku lagii.. memangnya orang itu siapa yang melukis? Siapa yang mencipta? Kamu berani ngejelekin Sang Pelukis?”

“………..Oooops.”

Well then.. another lesson to be learn.. that there’s God’s name in every single thing that exist in this world.. good or bad (baik atau buruk mungkin hanya dari sisi pandang kita)
Jadi… masih berani?

Teman saya yang satu ini juga pernah bilang kepada saya. Saat itu kami sedang duduk-duduk disebuah perkampungan padat, yang biasanya menjelang sore hari para penghuninya bertebaran di luar (halah) dan ramai anak-anak kecil berlarian kesana kemari sambil sesekali jejeritan (halah lagi). Dia memandang sejenak dan berkata kalau dia sedih melihat orang tua yang suka membentak anak-anaknya. Dia sendiri tidak berani membentak anak kecil. Saya bertanya kenapa. “Dalam anak kecil itu kan ada asma-Nya, jawabnya. Dalam semuanya, hidup atau mati, ada asma-Nya. Di dalam batu, ada nama-Nya yang Maha Kuat. Di dalam air yang selalu mengalir kebawah, ada nama-Nya yang Maha Pemberi. Didalam semua.”
Yah.. begitulah.. saya memang tidak pernah melihat teman saya yang satu ini marah.. selalu saja tersenyum.. mungkin membunuh nyamuk pun dia tidak berani.. jezzz.. what an honorable man..

Saya pun sempat berpikir.. kenapa pada surat pertama ayat pertama dalam Al-Quran, Allah memilih memperkenalkan Diri-Nya yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Kenapa tidak asma-asma Nya yang lain? Kenapa bismillahirrahmanirrahim? Bukankah masih banyak nama-nama yang lain? Lalu saya pun bergidik dan merinding membayangkan kalau Allah memperkenalkan Diri kepada hamba-Nya sebagai Sang Maha Penyiksa atau Maha Pembuat Perhitungan…

Dia Buta dan Bisu

March 15th, 2007 by nieranie

si A bilang A. si B bilang B.
lalu A? atau B? atau bukan A? dan bukan B?
lalu tanya siapa?
terdiam.
mereka bilang, tanyakan pada raja. tanyakan pada hati.
semestinya mampu menjawab seribu misteri.
tapi OHH!! bagaimana ini. hatiku belum belajar bicara.
dia bisu. BISU..!!!
lalu lembar demi lembar halaman kubuka.
berharap menemukan sedikit cahaya.
mereka juga bilang, lembar-lembar itu seperti peta.
kalau tersesat, berpeganglah padanya.
tapi… lacur! akupun belum bisa membaca.
hatiku buta dan bisu ternyata.
Dia BUTA… DAN BISU.

dilangit jingga

January 21st, 2007 by nieranie

Dibalik
                               country side

.

Pulang

                            aku ingin pulang

.

Senja

                              behind the door

Another New Year! Hey! Hey!

January 8th, 2007 by nieranie

hey.. kayaknya baru kemaren deh gw nulis tentang new year.. eh nggak kerasa udah new year lagi.. dan sepertinya tidak begitu banyak posting yang sudah saya buat tahun kemarin.. hmpffffff… ternyata menulis itu susye.. kayak begini kok mau jadi penulis.. tok! tok! wake up girl! *hmm yeee boleh donk mimpi-mimpi dikit*

hey.. sepertinya tahun kemarin berlalu begitu cepat deh. i feel like i haven’t done anything yet! Doh! ngapain aja gw yaaaa? *bagus de nyadar.. buktikan merahmu!!*

hey.. it’s new year though.. it’s a new begining.. hopefully there will be many many wonderfull things waiting for me ahead.. ya dan kamu juga tentunya.. amin.

in the still of the moment

December 3rd, 2006 by nieranie

Aeroplane

.

.

.

.

.

.

.

.

.

model: my travel partner
location: somewhere above sumatrea
year taken: 2006

Kenangan masa itu

October 20th, 2006 by nieranie

“Mana? Bawa nggak? Udah sebulan gw mintain, nggak dibawa-bawa juga!”

Suara Antimo tadi pagi terlintas di kepala. Iya juga ya, malah kayaknya sudah lebih dari sebulan Antimo selalu wanti-wanti minta di-copy-invideo clip angkatan yang dibuat Iyo beberapa tahun yang lalu. Langsung saja saya plug flash andalan saya dan mengcopy clip tersebut.

done.

Hmm.. rasanya sudah lama juga saya tidak melihat clip itu. Saya pun mengarahkan kursor dan mengclicknya dua kali. Click click.

Kl1_at_unocal

Dan dengan diiring lantunan lagu Tentang Kita-nya Peterpan dan That’s What Friend Are For-nya Dionne Warwick, Stevie Wonder, Elton John, dan Gladys Knight, melintaslah foto-foto kenangan dari jaman orientasi pendidikan dulu, saat kuliah lapang, saat pergi kesini, saat jalan-jalan ke situ,
saat dirumah si ini, saat acara itu, saat begini dan begitu, sampai akhirnya bisa berdiri dengan senyum mengenakan baju serba hitam dan topi hitam kotak berbuntut yang menjuntai. Aiiih… kenangan masa-masa itu…

Tidak terasa sudah setahun lamanya sejak the last burbang-burbing graduation day. Ada rindu menelusup dihati. especially for a bunch of people.. my partner in crime.. Halo ibu2 ku tersayang.. halo pak.. I miss you really! Halah-halah.. namanya juga kenangan, kalo keinget jadi menye-menye-senyam-senyum-nggak-jelas-gini-deh. Hidup burbang-burbing! (apa sih sisssss… bletak!)

————————–

Tentang Kita - Peterpan

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

—————————–

That’s What Friend are For

Song By : Dionne Warwick , Stevie Wonder, Elton John, Gladys Knight

And I never thought I’d feel this way, And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say, That I do believe I love you

And if, I should ever go away, Well then close your eyes and try
To feel the way we do today, And then if you can remember

Keep smiling, Keep shining, Knowing you can always count on me,
For sure, That’s what friends are for
For good times and bad times, I’ll be on your side for ever more
That’s what friends are for

Stevie Wonder:
[ Harmonica Instrumental ], Well you came and opened me,
And now there’s so much more I see, And so by the way I thank you

Elton John:
Oh and then
For the times when we’re apart, Well just close your eyes and know
These words are coming from my heart, And then if you can remember

Stevie Wonder:
Keep smiling, Keep shining, Knowing you can always count on me
For sure, That’s what friends are for

In good times, In bad times, I’ll be on your side for ever more
Oh that’s what friends are for

Gladys Knight:
Keep smiling, Keep shining, Knowing you can always count on me
For sure, That’s what friends are for

For good times And bad times, I’ll be on your side for ever more
That’s what friends are for

Elton John:
Keep Smiling, Keep Shining, Knowing you can always count on me
Oh for sure, Cause I’ll tell you that’s what friends are for
For good times and bad times, I’ll be on your side for ever more

Dionne Warwick:
That’s what friends are for, On me for sure
Count on me for sure, Count on me for sure
That’s what friends are for, Keep smiling, Keep shining

First Thing In The Morning

September 23rd, 2006 by nieranie

What first thing in the morning that you like most?

Kopi..

Cuma kopi doang?

Iya.

Gosh… You’re soo easy to please ya ternyata..

Sial! Emangnya kalo lo apaan?

Kalo gue sih pas di jalan mo ke kantor…

Dijalan? ngapain? Speeding??

Hehe.. nggak lah. I’m trying to get rid of that habit

Trus apaan donk?

Gini lho…Jadi tuh ya… bla..bla…bla..

——–

Everybody have their first thing in the morning that they like most. Saya? Saya juga dong! Dan demi mendapatkan itu, setiap pagi saya selalu berbelok melewati daerah pelosok bintaro yang belum seluruhnya terbangun dan masih sepi…..

sepi kendaraan.. sepi bangunan.. dan sepi manusia..

Lebih jauh memang, tapi dengan begitu saya bisa mendapatkan my first thing in the morning…

Adalah melihat hamparan rumput hijau yang luas membentang dibawah langit yang begitu biru. Adalah melepaskan pandangan sejauh-jauhnya dan melihat betapa mempesonanya matahari, langit, dan bumi. Ditambah lagi sekumpulan kerbau yang biasanya merumput disana. Such beauty.. such harmony… Setiap kali melewati tempat tersebut, saya berjalan perlahan, membuka jendela lebar-lebar, membiarkan udara pagi yang sejuk membelai wajah saya… benar-benar suatu pemandangan dan suasana yang menentramkan hati. Rasanya melewati tempat itu beberapa menit saja sudah cukup memberikan energi untuk melakukan aktivitas seharian.. Tadinya saya berencana, kalau saya -meskipun dengan skill yang masih sangat terbatas- sudah punya kamera, saya akan hunting foto kesana saat weekend.. Pagi-pagi buta, naik sepeda, dan melakukan foto session dengan kerbau-kerbau yang sedang merumput, mungkin juga anak gembala yang duduk diatas kerbaunya, atau mungkin menikmati suasana pagi dan.. …sunrise mungkin?? Ya.. it will be so much fun.

Tapi…. lho … kok sekarang kerbaunya jadi kuning sih? Eh.. lho.. kerbau bukan ya? Trus mana hijaunyaaaaaaaaa? Lagian anak gembalanya kenapa jadi bapak-bapak begitu? Banyak lagi…

Walah.. kenapa pemandangannya jadi jelek gitu? Dan idiiih…Kini rumput-rumput hijau itu sudah habis dilalap bulldozer. Anak gembala beserta kawanan kerbaunya juga tidak pernah datang lagi. Dan coba lihat.. sekarang yang ada hanyalah hamparan tanah merah dengan pondasi-pondasi serta jalur jalan yang memotong disana-sini. Hu hu.. Rupanya pihak pengembang akan segera membuka cluster hunian baru ditempat itu.

Yah..hilang deh my first thing in the morning….

gagal deh hunting fotonya… well well.. saya memang tidak sempat meng-captured-nya dengan kamera dan membagi keindahannya lewat foto, tapi…. Toh saya sudah merekamnya dengan mata dan hati saya..

Dan sekarang…. Ssssst..

rasanya secangkir teh manis hangat sudah cukup untuk menyenangkan pagi-pagi saya…(ho ho.. I -too- am easy to please after all).